PEMBAGIAN THAREKAT DALAM TASAWUF MUJAHADAH DAN MAHABBAH

PEMBAGIAN THAREKAT DALAM TASAWUF
MUJAHADAH DAN MAHABBAH

tulisan ini membahas tentang pembagian tharekat dalam ilmu tasawuf yang diikuti oleh para sufi. secara garis besar ada dua, mujahadah dan mahabbah.

Rasulullah bersabda
“Sesungguhnya syareatku datang dengan membawa 360 thariqah (metode pendekatan pada Allah),siapapun yang menempuh salah satunya pasti selamat” (Imam Asy Sya’rany, Mizan Al Qubra: 1:30)

Dari semua tharekat sufi yang ada didunia pada pengamalannya terbagi menjadi dua macam.

1-tharekat mujahadah dan 2-Tharekat mahabbah, Sebagian besar tharekat yang ada didunia adalah tharekat mujahadah.

Tharekat mujahadah adalah metode pendekatan kepada Allah dengan mengandalkan kesungguhan dalam beribadah, sehingga melalui kesungguhan beribadah tersebut diharapkan secara bertahap seorang hamba akan mampu menapaki jenjang demi jenjang martabah maqamat untuk mencapai derajat kedekatan disisi Allah dengan sedekat dekatnya.

Sedangkan tharekat mahabbah adalah tharekat yang mengandalkan rasa cinta dan syukur, bukan dari banyaknya amalan yang menjadi kewajiban utama. Dalam perjalanan menuju kepada Allah seorang hamba beribadah atas dasar cinta kepadaNya, tidak ada target tujuan maqamat (derajat) dalam mengamalkan kewajiban dan berbagai amalan dalam hal ini. Tapi dengan melaksanakan ibadah secara ikhlas tanpa memikirkan pahala, baik pahala dunia maupun pahala akhirat, tetapi semata-mata karena si hamba yang penuh cinta pada Al Khaliq.

Cinta dalam bahasa arab adalah hubb. Kata para sufi hubb dipilih untuk cinta karena ia berasal dari dua huruf, (ha) dan (ba).
Apa kaitannya huruf Ha dan Ba dengan definisi cinta? Ha dalam pengucapan makhraj huruf berasal dari pangkal tenggorokan kita yang paling dalam, dan ba berasal dari ujung bibir yang paling luar. Semua pelafalan huruf dalam Bahasa Arab punya tempatnya dalam rongga mulut dan tenggorokan kita. Begitu juga ha dan ba. Ia berasal di awal dan akhir. Sehingga, melalui penempatan posisi huruf ini, menurut para sufi, cinta yang hakiki kepada Allah haruslah ibarat kata hubb itu sendiri, berasal dari yang paling awal, dan berhenti pada yang paling akhir. Cinta kepada Tuhan adalah awal dan akhir, lahir dan bathin, kepasrahan yang sempurna.

Dalam metode mahabbah bukan kedudukan disisi Allah yang dicari tapi yang terpenting ialah menjadi kekasih yang cinta dan dicintai oleh Allah

Related Posts:

0 Response to "PEMBAGIAN THAREKAT DALAM TASAWUF MUJAHADAH DAN MAHABBAH"